Sunday, 13 November 2016

Autumn



Ada saat-saat di hidupmu, dalam satu hari kamu akan jatuh cinta berkali-kali. Pada Tuhan, pada masakanmu sendiri, pada bunga-bunga di salah satu toko di stasiun kereta, pada ilmu yang baru saja kau pelajari, pada cerita dari seorang asing yang hanya ingin berbicara di sela-sela menunggu jadwal kereta, pada senyum dan tawa teman-temanmu, pada lagu, pada rindu, pada bangunan-bangunan, pada kesederhaan, dingin, dan alam yang perubahannya menyajikan keindahan. 



Akhir-akhir ini saya mendapati diri jatuh cinta berkali-kali pada daun-daun yang berubah warna, dibuai angin, kemudian melepas rantingnya. Mengikuti angin sampai terbawa jatuh pada tempatnya. Saya jatuh cinta pada musim gugur, dimana daun-daun menunjukkan masing-masing warna aslinya, seperti memiliki karakter yang berbeda-beda sehingga lebih mudah dikenali. Pohon honey locust di seberang jalan sana, berwarna kuning keemasan. Red oak, yang pada musim panas berwarna hijau, menunjukkan warna yang sesuai namanya: merah cerah. Beech merubah daunnya yang hijau muda menjadi kuning pucat. Maple berubah menjadi kuning, jingga hingga merah, sesuai jenisnya. Sedangkan daun-daun pohon konifer kebanyakan berwarna coklat.

Warna-warna ini menyatu membentuk sesuatu seperti nada. Berbeda, tetapi selaras. Diiringi dingin yang bagi saya merupakan sebuah kesenangan sekaligus enggan. Kadang saya menikmatinya, kadang tidak. Tetapi tidak akan berlebihan jika saya bilang jatuh cinta pada musim ini. Autumn memang seindah namanya.

Daun-daun yang jatuh mengisi ruang-ruang di halaman rumah, jalan, di atas rumput hijau, bangku dan kendaraan yang di parkir di pinggir jalan. Tidak ada yang luar biasa. Hanya kecantikan yang sederhana. Mereka akan berubah warna lagi menjadi cokelat sebelum akhirnya membusuk dan terurai bersama tanah, memberikan nutrisi untuk pohon-pohon menumbuhkan lagi daun-daunnya di penghujung musim dingin nanti.


Hari ini, autumn sepertinya mulai mengangkat kaki. Mempersilakan musim dingin mengucapkan salam, mengintip malu-malu karena datang terlalu cepat. Suhu semakin menurun hingga di bawah nol. Ranting-ranting pohon bertelanjangan. Saya pun dengan tidak rela mengucapkan selamat jalan, Autumn, sampai jumpa lagi di tahun depan.




On Instagram

© durrahhs. Made with love by The Dutch Lady Designs.